HELIDECK

offshore_helicopter_safety

1008615_583598918328481_585676839_o

??????????

??????????

??????????

??????????

??????????

 

Be continue…..

Mengenal “Subsidence Remediation”

Kompas_20130421_Page_04Anjungan Lepas Pantai (Offshore Platform) adalah struktur bangunan yang dibangun dilepas pantai untuk mendukung proses eksplorasi serta produksi minyak dan gas bumi. Di Indonesia, salah satu area anjungan lepas pantai terletak di Laut Jawa Barat yang membentang dari utara Cirebon hingga Kepulauan Seribu seluas 8.300 Kilometer persegi. Rata-rata usia anjungan ini mencapai lebih dari 30 tahun.

Mengingat usia anjungan yang cukup tua tersebut, perawatan dan perbaikan anjungan menjadi faktor yang sangat penting. Hal ini wajib dilakukan demi menjaga keselamatan para pekerja lepas pantai dan kelancaran proses produksi.

Tuntutan untuk tetap meningkatkan produksi sebagai upaya mendukung produksi minyak dan gas nasional dengan kondisi lapangan yang sudah tua merupakan tantangan terbesar yang dihadapi saat ini. Anjungan lepas pantai juga dapat mengalama penurunan (subsidence) akibat faktor alam, seperti terjadinya kompaksi batuan jauh di dalam tanah. Jika tidak ditangani dengan cepat, dalam waktu dekat anjungan tersebut terancam tidak aman untuk dioperasikan sehingga akan sering mengakibatkan terjadinya gangguan produksi. Oleh karena itu , agar dapat beroperasi dengan baik dan aman dalam jangka panjang, anjungan perlu ditinggikan (desk rising) melalui Subsidence Remediation.

Proses Pengangkatan Anjungan

Salah satu cara subsidence remediation adalah proses pengangkatan anjungan yang dilakukan melalui beberapa tahap, dimulai dengan pemasangan hydraulic jack-up (RAM) dikaki anjungan yang akan di angkat serta peralatan pendukung yang digunakan untuk mengangkat anjungan. Setelah seluruh hydroulic jack-up terpasang, langkah selanjutnya adalah pemotongan kaki anjungan serta isolasi atau hydrocarbon freeing sistem peralatan dan pemipaan yang terdapat di anjungan agar proses pengangkatan dapat berlangsung aman. Langkah terakhir adalah pengangkatan seluruh anjungan secara serentak hingga mencapai 4 meter (dilaksanakan dalam 2 tahap, yaitu 1 meter dan 3 meter). Setelah terangkat sempurna, seluruh peralatan, kabel dan pipa akan dipasang kembali.

PHE ONWJ sudah melakukan study engineering yang komprehensif untuk penentuan metode yang paling tepat secara teknis, biaya dan keselamatan untuk pekerjaan remediasi di Anjungan LIMA. PHE ONWJ akan mengerjakan proyek  “LIMA Subsidence Remediation” dengan cara pengangkatan Anjungan LIMA flowstation (3 platform, 2 platform bridge dan 1 flare bridge) setinggi 4 meter secara bersama-sama dengan metode ” Synchronize Hydroulic Jacking System”.

Pengangkatan lima struktur secara bersamaan ini merupakan aplikasi teknologi terbaru yang pertama kali di terapkan di seluruh dunia. Merupakan kebanggaan bagi PERTAMINA untuk melakukan proyek prestisius ini yang dikelola putra bangsa dan mendukung upaya PERTAMINA untuk menjadi perusahaan energi kelas dunia.

INFOTORIAL MIGAS Kompas, 21 April 2013

OFFSHORE PIPELINE REPLACEMENT PROJECT-PHE ONWJ

JOINT OPERATION SIGUR ROS SDN BHD & PT. TRMULYA GEMILANG

WORK SCOPE AND LAY OUT PROJECT

PRP 2012 socialization presentation (12082012) rev 1

2

Rencananya dalam pengerjaan proyek ini akan menggunakan AUSIE 1 Barge

3

Tapi karena ada problem, maka Barge yang digunakan adalah Mas Mulia Barge berbendera Malysia

IMG01926-20121005-0953

Rig-Up Preparation di lakukan di Johor Port-Johor Bahru-Malaysia

Johor Port_Pasir Gudang Site

IMG02023-20121103-1323

Towing dari Johor Port menuju Tanjung Priuk Port Jakarta memakan waktu 8 hari pelayaran.

Melalui Rute : Selat Johor (Malaysia-Singapure) – Pulau Bintan – Kep Riau – Bangka Belitung – Tanjung Priuk.

IMG02055-20121103-1407_2

Sempat melihat aktifitas Changi Airport of Singapore yang Super Sibuk (Interval tak sampai 1 menit, pesawat dari berbagai Maskapai dunia landing)

OFFSHORE PIPELINE INSTALLATION

IMG02455-20130108-1708Pipa dari atas Main Deck di transfer menggunakan Crane ke atas Roller Conveyor menuju Pipe Line Up

IMG02453-20130108-1706Roller Conveyor Operator standby mengatur Pipa yang akan menuju ke Pipe Line Up

IMG02450-20130108-1703Pipe Line Up Station

IMG02447-20130108-1702Proses pengerjaan Brushing & Beveling pada tiap ujung pipa yang akan di sambung

IMG02451-20130108-1705Pipe Line Up Operator

IMG02475-20130108-1933Fit Up Pipe dengan menggunakan Internal Line Up Clamp oleh Fitter

IMG02479-20130108-1935Pipe Pre Heat (pemanasan) sebelum di lakukan pengelasan

IMG02473-20130108-1916Pengelasan Pipa

IMG02445-20130108-1700Grinding & Finishing

IMG02471-20130108-1722Heat String Sleeve Application

IMG02472-20130108-1724FJC (Field Joint Coating) Application dengan menggunakan HDPU (High Density Poly Urethane)

IMG02441-20130108-1450Barge bergerak maju dan pipa meluncur memasuki Stinger untuk mengatur lengkung pipa sebelum lay down

Safety Sign/ Tanda Keselamatan….

Tanda Keselamatan………………!!!

Tanda di buat untuk sebuah alasan Tidak ada seorangpun yang bersusah payah membuat tanda-tanda dengan mengeluarkan banyak uang dan tenaga tanpa adanya alasan.

Tanda Keselamatan dibuat adalah demi “ Keselamatan kita bersama” Kita dapat menemukan tanda-tanda tersebut dimana saja, di tempat kerja, dijalan raya, di bungkus sebuah produk dan masih banyak lagi.

Jangan pernah menganggapnya hanya sebuah hiasan saja, karena sekali kita meremehkannya anda sudah mempertaruhkan hidup anda dan makhluk hidup yang lainya.

Jika berada disebuah tempat atau lokasi yang terdapat potensi bahaya tapi tidak ada tanda-tanda keselamatan, anda harus lebih berhati-hati, karena tanda-tanda keselamatan tersebut mungkin belum terpasang, rusak ataupun hilang dan tugas mulia kita adalah untuk membuatnya atau memperbaikinya agar tidak ada seorangpun yang terluka.

Tapi ingat, tidak semua tanda-tanda penting itu di tuliskan. Panca indra kita harus jeli untuk memperhatikan tanda-tanda tidak tertulis yang ada di sekitar kita.

Seperti misalnya:

- Alat yang sudah rusak berteriak untuk minta diperbaiki

- Percikan dari aktifitas menggerinda memperingatkan kita untuk menggunakan kaca mata atau meminta        dijauhkan dari benda-benda yang mudah terbakar

- Deru mesin yang keras memperingatkan kita untuk menjauh atau menggunakan pelindung telinga

- Lubang yang menganga meminta kita untuk menutupnya atau menghindar

- Dan masih banyak lagi ……………………………………………………………………………………………………………………

Kita harus percaya pada tanda-tanda yang tertulis dan yang tidak tertulis tersebut untuk menjaga agar kita dan makhluk yang lainnya aman.

Mengenal Arti Dan Makna Lambang K3

Para Praktisi K3 di Indonesia tentunya sudah tidak asing lagi mengenal dan melihat logo atau lambang K3 di Indonesia di samping ini, Namun tahukah anda bahwa logo K3 tersebut sesungguhnya memiliki makna-makna yang terkandung didalamnya. Makna dan arti dari Logo K3 tersebut diatur didalam Keputusan Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia (No: KEP.1135/MEN/1987) Tentang Bendera Keselamatan Dan Kesehatan Kerja.

Gambar yang terdapat pada logo K3 tersebut merupakan Palang Berwarna Hijau yang dilingkari dengan Roda Bergigi Sebelas Dengan Warna Hijau. Gambar tersebut sesungguhnya memiliki arti dan makna yang mendasar, yaitu:

Lambang dan Makna:

  • Palang yang berarti bebas dari kecelakaan dan sakit akibat kerja.

  • Roda gigi memiliki makna bekerja dengan kesegaran jasmani dan rohani.

  • Warna putih yang digunakan berarti bersih, suci.

  • Warna hijau yang digunakan memiliki makna selamat, sehat dan sejahtera.

  • Sedangkan sebelas gerigi roda adalah unsur-unsur 11 Bab dalam Undang-undang Keselamatan Kerja (UU/No.1/Th.1970).

Adapun untuk ketentuan-ketentuan lain mengenai detail dimensi bendera, logo dan lain sebagainya dapat dilihat pada Keputusan Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia (No: KEP.1135/MEN/1987) Tentang Bendera Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Klik Disini

Sedangkan untuk mengetahui detail dari unsur-unsur 11 Bab, detailnya dapat dilihat pada Undang-Undang No.1 Tahun 1970 berikut Klik Disini

Di kutip dari http://2gk3undip.wordpress.com/pernak-pernik/

JOB SAFETY ANALYSIS

Salah satu cara untuk mencegah kecelakaan di tempat kerja adalah dengan menetapkan dan menyusun prosedur pekerjaan dan melatih semua pekerja untuk menerapkan metode kerja yang efisien dan aman. Menyusun prosedur kerja yang benar merupakan salah satu keuntungan dari menerapkan Job Safety Analysis (JSA) – yang meliputi mempelajari dan membuat laporan setiap langkah pekerjaan, identifikasi bahaya pekerjaan yang sudah ada atau potensi (baik kesehatan maupun keselamatan), dan menentukan jalan terbaik untuk mengurangi dan mengeliminasi bahaya ini.

JSA digunakan untuk meninjau metode kerja dan menemukan bahaya yang :

  • Mungkin diabaikan dalam layout pabrik atau bangunan dan dalam desain permesinan, peralatan, perkakas, stasiun kerja dan proses.

  • Memberikan perubahan dalam prosedur kerja atau personel.

  • Mungkin dikembangkan setelah produksi dimulai.

Pengertian Job Safety Analysis

JSA merupakan identifikasi sistematik dari bahaya potensial di tempat kerja Baca lebih lanjut

PENILAIAN RESIKO

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Ungkapan ini terdengar klise tapi agaknya masih tetap efektif, apalagi di dunia kerja seperti pertambangan yang memiliki tingkat risiko kerja tinggi.

Kondisi tidak aman dapat menimbulkan risiko kecelakaan yang tidak kita inginkan. Sepanjang 2006 lalu ada 294 kondisi tidak aman yang tercatat saat insepksi rutin oleh Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) baik di PTBA dan mitra kerja. ”Kondisi sebenarnya di satuan kerja bisa jadi lebih besar dari ini, karena ada kemungkinan tidak tercatat oleh Departemen K3,” kata Sukono, Asisten Manajer Pengawasan K3 & Hyperkes PTBA.

Kondisi tidak aman bisa terjadi berulang-ulang setiap tahunnya. Lampu penerangan jalan yang mati, umpamanya, baru bisa diganti yang baru dua atau tiga hari kemudian. Ini memang kondisi yang tidak fatal. Sehingga menurut Sukono, ”Kalau dilakukan perencanaan yang lebih bagus lagi, kondisi ini tidak mungkin terjadi lagi.”

Baca lebih lanjut

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.