Beruang Kutubpun bisa terjatuh di rumahnya sendiri

Seperti halnya anda, tidak ada seorangpun yang dapat menjamin keselamatan dirinya setiap saat. Bahkan ketika sedang berada di tempat yang sudah sangat di kenalnya sekalipun. Kecelakaan kerja bisa di cegah dengan senantiasa waspada dan extra hati-hati.

Terlepas dari kehendak Tuhan YME, terjadinya kecelakaan kerja sebenarnya bisa ditekan / diantisipasi  secara dini bila kita mau dan menjadikan K3 sebagai kebutuhan bagi hidup kita sehari-hari.

Pertanyaannya sekarang adalah, sudahkah kita semua menjadikan K3 sebagai kebutuhan hidup kita?.

Iklan

Bahaya Karbon Monoksida (CO) Di Tempat Kerja

Kasus keracunan gas karbon monoksida di dalam mobil beberapa waktu yang lalu, merupakan bukti bahwa gas karbon monoksida atau CO adalah gas yang sangat berbahaya. Karena sifatnya yang tidak berwarna, tidak berbau dan tidak berasa, sehingga banyak orang yang tidak mengetahui dan waspada akan keberadaan gas CO.

Pada dasarnya, gas karbon monoksida dihasilkan dari proses pembakaran yang tidak sempurna bahan bakar atau bahan yang mengandung atom karbon, seperti LPG, minyak tanah, bensin, kayu, batu bara, dan lain-lain. Namun, karbon monoksida dapat juga dihasilkan dari proses yang melibatkan reaksi kimia, seperti pada reformer di pabrik pupuk.

Bahaya Gas CO

Pada saat tubuh menghirup gas CO, maka CO akan segera masuk ke dalam darah dan berikatan dengan haemoglobin. CO lebih mudah diikat oleh haemoglobin dibandingkan dengan oksigen atau O2. Akibatnya tubuh akan kekurangan oksigen dan hal ini bisa menimbulkan pusing, sesak nafas, muntah-muntah, kehilangan kesadaran bahkan sampai pada kematian. Baca lebih lanjut

Peraturan Menteri Tentang Syarat-Syarat Pemasangan dan Pemeliharaan APAR

Alat pemadam api ringan (fire extinguisher) atau APAR adalah alat yang sangat penting. Itu karena APAR berfungsi mematikan api pada saat pertama kali muncul. Penggunaan APAR yang efektif akan mampu mencegah terjadinya bahaya kebakaran.

Ada banyak faktor yang mempengaruhi efektifitas pencegahan kebakaran di tempat kerja. Bukan saja pemilihan jenis alat pemadam api yang harus tepat, akan tetapi harus diperhatikan pula faktor pemasangan dan pemeliharaannya.

Pemerintah Republik Indonesia, melalui Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi no. Per-04/MEN/1980 tentang syarat-syarat pemasangan dan pemeliharaan alat pemadam api ringan (APAR), telah memberikan petunjuk teknis yang jelas mengenai hal tersebut di atas.

Dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi no. Per-04/MEN/1980 tersebut dijelaskan mengenai hal-hal pokok yang berkaitan dengan cara pemasangan dan pemeliharaan alat pemadam api ringan.
Adapun beberapa hal penting yang tercantum dalam permen tersebut antara lain sebagai berikut: