Mengenal “Subsidence Remediation”

Kompas_20130421_Page_04Anjungan Lepas Pantai (Offshore Platform) adalah struktur bangunan yang dibangun dilepas pantai untuk mendukung proses eksplorasi serta produksi minyak dan gas bumi. Di Indonesia, salah satu area anjungan lepas pantai terletak di Laut Jawa Barat yang membentang dari utara Cirebon hingga Kepulauan Seribu seluas 8.300 Kilometer persegi. Rata-rata usia anjungan ini mencapai lebih dari 30 tahun.

Mengingat usia anjungan yang cukup tua tersebut, perawatan dan perbaikan anjungan menjadi faktor yang sangat penting. Hal ini wajib dilakukan demi menjaga keselamatan para pekerja lepas pantai dan kelancaran proses produksi.

Tuntutan untuk tetap meningkatkan produksi sebagai upaya mendukung produksi minyak dan gas nasional dengan kondisi lapangan yang sudah tua merupakan tantangan terbesar yang dihadapi saat ini. Anjungan lepas pantai juga dapat mengalama penurunan (subsidence) akibat faktor alam, seperti terjadinya kompaksi batuan jauh di dalam tanah. Jika tidak ditangani dengan cepat, dalam waktu dekat anjungan tersebut terancam tidak aman untuk dioperasikan sehingga akan sering mengakibatkan terjadinya gangguan produksi. Oleh karena itu , agar dapat beroperasi dengan baik dan aman dalam jangka panjang, anjungan perlu ditinggikan (desk rising) melalui Subsidence Remediation.

Proses Pengangkatan Anjungan

Salah satu cara subsidence remediation adalah proses pengangkatan anjungan yang dilakukan melalui beberapa tahap, dimulai dengan pemasangan hydraulic jack-up (RAM) dikaki anjungan yang akan di angkat serta peralatan pendukung yang digunakan untuk mengangkat anjungan. Setelah seluruh hydroulic jack-up terpasang, langkah selanjutnya adalah pemotongan kaki anjungan serta isolasi atau hydrocarbon freeing sistem peralatan dan pemipaan yang terdapat di anjungan agar proses pengangkatan dapat berlangsung aman. Langkah terakhir adalah pengangkatan seluruh anjungan secara serentak hingga mencapai 4 meter (dilaksanakan dalam 2 tahap, yaitu 1 meter dan 3 meter). Setelah terangkat sempurna, seluruh peralatan, kabel dan pipa akan dipasang kembali.

PHE ONWJ sudah melakukan study engineering yang komprehensif untuk penentuan metode yang paling tepat secara teknis, biaya dan keselamatan untuk pekerjaan remediasi di Anjungan LIMA. PHE ONWJ akan mengerjakan proyek  “LIMA Subsidence Remediation” dengan cara pengangkatan Anjungan LIMA flowstation (3 platform, 2 platform bridge dan 1 flare bridge) setinggi 4 meter secara bersama-sama dengan metode ” Synchronize Hydroulic Jacking System”.

Pengangkatan lima struktur secara bersamaan ini merupakan aplikasi teknologi terbaru yang pertama kali di terapkan di seluruh dunia. Merupakan kebanggaan bagi PERTAMINA untuk melakukan proyek prestisius ini yang dikelola putra bangsa dan mendukung upaya PERTAMINA untuk menjadi perusahaan energi kelas dunia.

INFOTORIAL MIGAS Kompas, 21 April 2013

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: